SLEMAN, YPIA.or.id — Alhamdulillah, Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta membuka Tahun Ajaran 1448/1449 H melalui kegiatan pembukaan santri baru sekaligus Kajian Umum bertajuk “Manajemen Waktu dalam Belajar Agama”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Pogung Baru (MPB) pada Ahad, 6 September 2026, pukul 09.00–11.00 WIB.
Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) melalui Divisi YPIA Academy ini diikuti oleh santri baru program offline dan online, pengurus YPIA, serta jajaran pengurus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta.
Hadir sebagai pemateri utama Ustaz Ir. Noor Akhmad Setiawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., salah satu perintis YPIA sekaligus dosen Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada (UGM). Turut hadir Ustaz Romansyah Makalalag selaku Ketua Bidang Pendidikan Non-Formal YPIA, Ustaz Wahyu Sigit Permadi selaku Mudir YPIA Academy, serta jajaran pengurus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta.
Dalam sambutannya, pihak yayasan mengingatkan para santri untuk menjaga komitmen dan keistikamahan selama menjalani proses pendidikan selama satu tahun. Masa belajar di Ma’had Al-‘Ilmi diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas akademik, tetapi menjadi proses untuk membentuk pribadi yang berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya.
Menjadikan Waktu sebagai Modal Menuntut Ilmu
Dalam kajiannya, Ustaz Noor mengajak para santri untuk memandang waktu sebagai salah satu modal penting dalam menuntut ilmu. Kesibukan kuliah, pekerjaan, keluarga, maupun aktivitas lainnya tidak semestinya menjadi alasan untuk meninggalkan proses belajar agama.
Salah satu kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu adalah kemampuan memanfaatkan waktu yang tersedia secara optimal. Waktu-waktu singkat yang sering dianggap tidak produktif pun dapat dimanfaatkan untuk membaca, mengulang hafalan, atau mempelajari kembali materi yang telah diperoleh.
Pemanfaatannya dapat dilakukan dengan cara sederhana. Misalnya, membawa kitab berukuran kecil ketika bepergian, melakukan murajaah hafalan selama perjalanan atau saat menunggu, hingga memanfaatkan telepon seluler untuk membaca bahan kajian.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi para santri Ma’had Al-‘Ilmi yang menjalani pendidikan agama di tengah berbagai kesibukan. Dengan pengelolaan waktu yang baik, proses belajar diharapkan dapat berlangsung secara konsisten tanpa mengabaikan tanggung jawab lainnya.
Ilmu untuk Diamalkan, Bukan Sekadar Gelar
Selain manajemen waktu, kajian juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu. Belajar agama hendaknya dilakukan karena Allah Ta’ala, bukan semata-mata untuk mendapatkan gelar, ijazah, pengakuan, maupun pujian manusia.
Ilmu agama juga tidak berhenti pada pemahaman teori. Al-Qur’an dan As-Sunnah hendaknya menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan, menata hati, serta menentukan sikap ketika menghadapi berbagai persoalan.
Dalam proses tersebut, seorang penuntut ilmu membutuhkan kesabaran dan ketekunan untuk terus belajar. Keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak selalu diperoleh dalam waktu singkat sehingga diperlukan keistikamahan dalam menjalani prosesnya.
Ustaz Noor turut mengingatkan pentingnya memahami waqi’, yakni realitas kehidupan masyarakat. Pemahaman terhadap kondisi nyata di tengah masyarakat diperlukan agar ilmu yang dimiliki dapat diterapkan dan disampaikan secara tepat serta sesuai dengan keadaan.
Pembekalan Akademik dan Kesantrian
Setelah kajian dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan akademik dan kesantrian. Para santri mendapatkan penjelasan mengenai teknis Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kriteria kelulusan, mekanisme setoran hafalan, serta tata tertib selama mengikuti program.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembentukan halaqah-halaqah kecil dan ramah tamah antara pengurus dan santri baru. Makan bersama menjadi bagian dari penutup kegiatan sekaligus menjadi momentum bagi para santri untuk saling mengenal.
Pelaksanaan kegiatan antara santri ikhwan dan akhwat berlangsung secara terpisah. Santri ikhwan berada di lantai bawah, sedangkan santri akhwat berada di lantai atas Masjid Pogung Baru.
Pembukaan Tahun Ajaran 1448/1449 H ini menjadi awal perjalanan para santri dalam menempuh pendidikan di Ma’had Al-‘Ilmi. Selama satu tahun ke depan, mereka diharapkan dapat menjalani proses belajar dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keistikamahan.
Semoga Allah Ta’ala memberkahi perjalanan belajar para santri, memberikan mereka kemudahan dalam memahami dan mengamalkan ilmu, serta menjadikan ilmu tersebut sebagai bekal untuk memperbaiki diri dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Aamiin.


