Muslimah Harus Terus Belajar

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga menegaskan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, baik laki-laki maupun perempuan memiliki hak yang sama atas pendidikan. Pasalnya, pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai Indonesia maju.

Sejalan dengan pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) yang menyampaikan pentingnya prosess belajar bagi perempuan, wisma muslimah senantiasa berkomitmen untuk menjadi fasilitator bagi muslimah-muslimah untuk belajar agama. Pelajaran agama, merupakan satu hal yang penting, karena aplikasi nyata dari sila pertama dari pancasila yaitu ketuhanan yang Maha Esa.

Wisma muslimah menyelenggarakan beberapa pembelajaran agama yang mengacu pada kitab seperti,  Atawadhui fii Dhou-il Kitab wa Sunnah, Adabu Attakhotub, Al-Fiqh Al-Muyyasar fi Dhou-il Kitab wa Sunnah, dan Tazkiyatunnufs karya Syaikh Abdur Razaq bin Abdil Muhsinin al-Badr. Dalam membahas kitab-kitab tersebut, santri-santri dibersamai oleh ustadzah-ustadzah yang sudah berpengalaman. Adapun Ustadzah tersebut adalah, Ustadzah Rahma (Jum’at Malam), Ustadzah Deni Putri (Rabu Malam), Ustadzah Deni Putri (Ahad Malam), dan Ustadzah Siwi Ummu Nabiilah (Jum’at Malam).

Forum pembelajaran ini dilakukan secara online via zoom dan offline di Wisma Muslimah. Jumlah peserta pada bulan November ini rata-rata sebanyak 65 orang. Harapan adanya pembelajaran ini agar santri dapat belajar agama mulai dari dasar, santri dapat konsisten dalam belajar, santri memiliki lingkungan belajar dan ruang untuk berdiskusi tentang ilmu agama, santri dapat menambah kosa kata baru dengan mempelajari kitab, dan santri dapat berlatih agar lancar membaca kitab gundul.

Adanya urgensi untuk menuntut ilmu bagi muslimah dan  memfasilitasi santri wisma muslimah untuk belajar ilmu agama secara bertahap dan berkesinambungan, semoga santri-santri senantiasa Allah berikan kemudahan dalam belajar,

 

Scroll to Top