Sleman — Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempererat ukhuwah di lingkungan kerja, Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) kembali mengadakan Upgrading Karyawan YPIA 2026 pada Sabtu-Ahad, 27–28 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan 13–14 Juni 2026. Kegiatan yang sempat vakum selama beberapa tahun ini dilaksanakan di Villa Puri Agung Ngepring, Sleman, dan dihadiri oleh 25 peserta yang terdiri atas karyawan penuh waktu, paruh waktu, serta perwakilan volunteer.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia Upgrading Karyawan YPIA yang merupakan kolaborasi antara mahasantri Wisma Muslim, tim kesekretariatan, dan para volunteer. Acara dibuka oleh Muhammad Abdullah selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia, Ustaz Syaroful Anam, S.S.
Materi pertama dikemas dalam sesi Talkshow YPIA-pedia yang dibawakan oleh Wakil Ketua Umum YPIA, Ustaz Faizal Hanafi, S.S. Dalam kesempatan tersebut, beliau menjelaskan sejarah berdirinya YPIA beserta tokoh-tokoh yang berperan dalam merintis berbagai divisi yang ada hingga saat ini. Sesampainya di lokasi, Ustaz Amrullah Akadhinta, S.T. melanjutkan pembahasan dan menjelaskan makna semboyan At-Tashfiyah wat Tarbiyah yang tercantum dalam logo YPIA. Beliau menjelaskan bahwa semboyan tersebut telah lama digaungkan oleh para ulama, di antaranya Syaikh Al-Albani rahimahullah, yang kemudian ditulis secara khusus oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullah. Makna semboyan tersebut adalah membersihkan diri dari berbagai hal yang buruk dan menghiasi diri dengan hal-hal yang baik.

Sesi berikutnya adalah Talkshow Kekaryawanan yang dipandu kembali oleh Ustaz Faizal Hanafi, S.S. bersama dua narasumber, yaitu Ustaz Romansyah Makalalag, S.T. dan Ustaz Noor Akhmad Setiawan, Ph.D. Pada sesi ini, para peserta diajak memahami bahwa seorang karyawan ideal adalah pribadi yang memadukan dua sifat utama, yaitu amanah dan kompeten.
Ustaz Romansyah menjelaskan bahwa amanah merupakan kemampuan dan komitmen untuk menjaga tanggung jawab yang diberikan, sedangkan kompetensi adalah bekal ilmu, keterampilan, serta kekuatan fisik dan mental yang memadai dalam menjalankan tugas. Beliau mencontohkan hal tersebut melalui kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang memiliki sifat hafizhun ‘alim serta Nabi Musa ‘alaihissalam yang digambarkan sebagai sosok qawiyyun amin.
Sementara itu, Ustaz Noor Akhmad Setiawan menekankan pentingnya kompetensi teknis dan etika sebagai dua pilar profesionalisme. Beliau mengingatkan bahwa ilmu tidak hanya diperlukan untuk memberikan solusi, tetapi juga untuk mengidentifikasi masalah secara tepat. Selain itu, semangat belajar sepanjang hayat (lifelong learning) perlu terus dijaga agar seorang karyawan dapat mengikuti perkembangan zaman dan tidak menjadi beban bagi rekan kerja lainnya.
Beliau juga menyampaikan pentingnya memisahkan persoalan pribadi dan profesional, membangun budaya kepemimpinan dan ketaatan dalam organisasi, serta mengembangkan sistem komplain yang objektif dan profesional. Di penghujung materinya, beliau mengingatkan bahwa salah satu kebahagiaan terbesar seorang pekerja adalah ketika mampu memberikan manfaat serta menunaikan tanggung jawab kepada keluarga dan orang tua.
Secara umum, para pemateri menekankan bahwa profesionalisme dalam Islam tidak dapat dipisahkan dari integritas dan niat yang ikhlas. Seorang karyawan yang ideal adalah mereka yang bekerja secara berkualitas (itqan), terus belajar, mampu bekerja sama, serta menjadikan pekerjaannya sebagai bagian dari ibadah untuk meraih rida Allah Ta’ala.
Selain sesi materi, kegiatan ini juga diisi dengan berbagai acara pendukung. Dalam sesi Ruang Rasa, para peserta diberi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, memberikan masukan, serta menyampaikan harapan demi kemajuan YPIA. Adapun sesi Outbound dan Olahraga menjadi sarana melatih kekompakan, ketangkasan, dan jiwa kepemimpinan. Sementara itu, sesi Penghargaan diberikan kepada peserta dengan nilai post-test terbaik serta peserta yang aktif dalam kegiatan outbound sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka selama mengikuti acara.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Kehangatan suasana, semangat kebersamaan, dan banyaknya diskusi yang terjalin menjadi tanda bahwa kegiatan ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta.
Alhamdulillah, setelah beberapa tahun vakum, Upgrading Karyawan YPIA kembali dapat terselenggara dengan baik atas pertolongan Allah Ta’ala. Kami mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada seluruh panitia, pemateri, peserta, para volunteer, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat berbagai kekurangan selama pelaksanaan acara.
Semoga kegiatan ini menjadi sarana untuk melahirkan insan-insan YPIA yang semakin profesional, amanah, dan solid dalam mengemban dakwah dan pendidikan Islam. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan taufik dan keberkahan sehingga YPIA dapat terus tumbuh menjadi yayasan pendidikan dan dakwah Islam yang semakin memberikan manfaat bagi umat. Aamiin.



