Sleman — Dalam upaya menghadirkan pembinaan yang relevan bagi generasi muda muslim, Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM), Bidang Dakwah Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) menyelenggarakan Self Improvement Series, sebuah program kajian hasil kolaborasi The Hawariyyun dan Tafaqquh fid Din. Kajian ini berlangsung setiap Jumat, mulai 17 April hingga 25 Juli 2026, setelah salat Maghrib hingga Isya di Masjid Pogung Baru.
Rangkaian kajian menghadirkan Ustaz Muhammad Rezki Hr, Ph.D., alumnus Ma’had Al-‘Ilmi Yogyakarta dan Newcastle University, sebagai pemateri. Setiap pertemuan dihadiri sekitar 50–100 peserta, yang terdiri atas mahasiswa, pemuda muslim, serta masyarakat umum.
Mengusung kurikulum Be Productive, kajian ini dirancang untuk membekali peserta dengan pemahaman mengenai pengembangan diri (self improvement) yang berpijak pada nilai-nilai Islam. Selama 14 pertemuan, peserta diajak mempelajari berbagai keterampilan personal dan sosial yang aplikatif, mulai dari membangun psychological safety sebagai modal bertumbuh, meneladani interaksi Rasulullah ﷺ dan para sahabat, menguasai seni berdiskusi, hingga membangun budaya saling menghargai melalui materi The Power of Appreciation, Menjadi Muslim yang Lebih Appreciative, dan Seeing More, Valuing More.
Materi-materi berikutnya membahas keterampilan yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengoreksi dengan empati, memilih tutur kata yang membangun melalui tema Words That Heal, mengenali potensi diri melalui Talent Mapping, serta mempelajari prinsip delegasi yang dicontohkan Rasulullah ﷺ.


Pada sesi-sesi akhir, peserta dibekali materi Islamic Decision Making dan keberanian mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai syariat, sebelum rangkaian kajian ditutup dengan Pekan Evaluasi Akhir Semester sebagai sarana refleksi sekaligus penguatan pemahaman atas seluruh materi yang telah dipelajari.
Selama pelaksanaan kajian, para peserta mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian dan antusias. Diskusi berlangsung hidup melalui berbagai pertanyaan dan sharing pengalaman mengenai penerapan produktivitas, komunikasi, serta adab Islami dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukkan tingginya semangat peserta untuk terus memperbaiki diri dan mengembangkan potensi yang Allah Ta’ala anugerahkan.
Melalui Self Improvement Series, FKIM berharap peserta tidak hanya memahami konsep produktivitas dari sudut pandang modern, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan adab, akhlak, dan nilai-nilai Islam. Dengan demikian, lahir generasi muda muslim yang produktif, komunikatif, mampu bekerja sama, serta senantiasa menjadikan setiap ikhtiar sebagai bagian dari ibadah kepada Allah Ta’ala.
Kami mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada Ustaz Muhammad Rezki Hr, Ph.D., seluruh panitia, serta semua peserta yang telah berpartisipasi dalam rangkaian kajian ini. Semoga Allah Ta’ala membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda.
Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi bekal untuk terus bertumbuh menjadi pribadi muslim yang lebih baik, produktif, dan bermanfaat bagi umat, serta senantiasa diberi keistiqamahan dalam mengamalkannya. Aamiin.



