SLEMAN, YPIA.or.id — Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) menyelenggarakan acara pelepasan Ustaz Syaroful Anam, S.S. atau yang akrab disapa Mas Aang pada Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–15.00 WIB di Ruang Rapat YPIA ini menjadi momentum untuk mengenang kiprah, menyampaikan apresiasi, serta melepas keberangkatan beliau untuk melanjutkan pendidikan di LIPIA Aceh.
Acara diikuti oleh sekitar 18 karyawan penuh waktu dan paruh waktu YPIA. Turut hadir Wakil Ketua Umum YPIA, Ustaz Faizal Hanafi, S.S., serta Sekretaris Umum YPIA, Ustaz Arif M. Nurwijaya.
Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, rekan-rekan kerja menyampaikan kesan dan pesan atas kebersamaan mereka dengan Mas Aang. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk saling memaafkan dan menguatkan ukhuwah sebelum beliau memulai perjalanan baru dalam menuntut ilmu.
Kiprah dalam Mengembangkan Wisma Muslim
Acara diawali dengan ulasan mengenai perjalanan kontribusi Mas Aang di YPIA, terutama selama mengemban amanah sebagai Manajer Wisma Muslim Yogyakarta. Selama kurang lebih dua tahun lima bulan, beliau terlibat dalam pengelolaan program sekaligus melakukan berbagai upaya efisiensi lokasi Wisma Muslim.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Aang membagikan kisah awal ketertarikannya terhadap dakwah di Yogyakarta dan pengalamannya mengelola wisma mahasiswa. Beliau juga menyampaikan pandangannya mengenai besarnya potensi dakwah mahasiswa di kota pendidikan ini.
Yogyakarta diibaratkan sebagai kota Baghdad pada masa Imam Ahmad rahimahullah, yakni tempat berkumpulnya para penuntut ilmu dari berbagai daerah. Setiap tahun, mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia datang untuk menempuh pendidikan. Menurut beliau, potensi tersebut perlu dikelola secara serius melalui sistem pembinaan dan kaderisasi yang baik.
Dengan pembinaan yang terarah, para mahasiswa tidak hanya memperoleh bekal selama tinggal di Yogyakarta. Ketika kembali ke daerah asal, mereka diharapkan mampu membawa ilmu dan menyebarkan manfaat secara lebih luas. Karena itu, dakwah mahasiswa memiliki peran strategis dalam melahirkan kader-kader yang dapat berkontribusi bagi umat di berbagai daerah.

Meninggalkan Warisan Berupa Sistem dan Budaya
Mas Aang juga menekankan pentingnya membangun warisan atau legacy dalam sebuah lembaga. Berada di tengah organisasi yang sedang berkembang merupakan kesempatan untuk turut membangun fondasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Warisan tersebut tidak selalu berupa program atau bangunan fisik. Sistem kerja, aturan, dan budaya profesional yang ditanamkan juga dapat menjadi kontribusi berharga bagi keberlanjutan lembaga.
Pandangan itu tercermin dalam kiprah Mas Aang selama mengelola Wisma Muslim. Selain menjalankan program yang telah ada, beliau berupaya memperkuat sistem pengelolaan agar kegiatan pembinaan mahasiswa dapat berlangsung secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Dalam sesi kesan dan pesan, rekan-rekan dari berbagai bidang turut mengenang karakter Mas Aang sebagai pribadi yang disiplin, teguh dalam memegang prinsip, dan berani mengambil tanggung jawab. Semangat serta kemampuan beliau dalam mempercepat proses belajar juga memberikan kesan mendalam bagi rekan-rekan yang pernah bekerja bersama.
Di balik ketegasan tersebut, Mas Aang dikenal sebagai sosok yang hangat dalam berinteraksi. Sikapnya selama menjalankan amanah menjadi teladan sekaligus motivasi bagi rekan-rekan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan melanjutkan estafet pengelolaan dakwah mahasiswa.

Melanjutkan Rihlah Ilmiah ke Aceh
Keputusan Mas Aang untuk melanjutkan pendidikan di LIPIA Aceh dilandasi oleh semangat rihlah ilmiah, yaitu melakukan perjalanan demi menuntut dan memperluas khazanah ilmu. Langkah tersebut mengikuti tradisi para ulama terdahulu yang rela menempuh perjalanan jauh untuk belajar kepada para ahli ilmu.
Perjalanan ke Aceh bukanlah akhir dari kontribusi beliau dalam dakwah mahasiswa. Mas Aang memiliki visi jangka panjang untuk kembali mengabdi dan memperkuat pembinaan mahasiswa di Yogyakarta setelah menyelesaikan pendidikan.
Mewakili Pengurus Harian YPIA, Ustaz Faizal Hanafi, S.S. menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan berbagai kontribusi yang telah diberikan Mas Aang. Beliau juga memberikan nasihat singkat nan mendalam, yakni agar senantiasa bertakwa kepada Allah di mana pun berada.
Nasihat tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan menuntut ilmu tidak hanya membutuhkan kesungguhan secara akademik, tetapi juga keikhlasan, ketakwaan, dan komitmen untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh.

Doa untuk Perjalanan dan Pengabdian Berikutnya
Acara diakhiri dengan penyerahan bingkisan dari YPIA sebagai bentuk apresiasi kepada Mas Aang. Seluruh peserta kemudian mengikuti sesi foto bersama di ruang tamu baru YPIA sebagai kenang-kenangan sebelum menunaikan salat Asar.
Melalui kegiatan pelepasan ini, keluarga besar YPIA mendoakan agar perjalanan dan studi Ustaz Syaroful Anam, S.S. di LIPIA Aceh diberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan oleh Allah Ta’ala. Besar pula harapan agar beliau dapat kembali ke Yogyakarta setelah menyelesaikan pendidikan dan berkolaborasi kembali dalam mengembangkan dakwah mahasiswa bersama YPIA.
Teriring doa, semoga ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang semakin luas bagi umat. Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga beliau dalam perjalanan, memberikan taufik dalam menuntut ilmu, dan mempertemukan kembali keluarga besar YPIA dalam kebaikan. Aamiin.



