Menyapa Gamada 2026, YPIA dan Mitra Dakwah Ajak Mahasiswa Baru UGM Menjaga Salat Asar

SLEMAN, YPIA.or.id — Rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026 menjadi momen bagi mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus mengikuti berbagai kegiatan dan pengalaman baru. Di tengah padatnya rangkaian kegiatan tersebut, sejumlah lembaga dakwah dan komunitas muslim Yogyakarta berinisiatif mengajak para Gadjah Mada Muda (Gamada) 2026 untuk tidak melupakan kewajiban salat, khususnya salat Asar.

Inisiatif tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Menyapa Gamada 2026: Semangat Pionir, Tetap Jaga Sholat Ashar Berjamaah” yang dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, setelah rangkaian kegiatan PIONIR selesai. Kegiatan dipusatkan di area sekitar Grha Sabha Pramana (GSP) UGM) dan tersedia di empat titik, yakni sisi timur, selatan, barat, dan utara GSP.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi berbagai lembaga dan komunitas, di antaranya Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) melalui divisi Forum Kajian Islam Mahasiswa (FKIM), Jama’ah Shalahuddin UGM, JMF, KMT, KMFM, KMIB, Fadkhera, Preksu, NICESO, dicetak.com, KIPMI, dan muslim.or.id.

Gagasan kegiatan ini berangkat dari kondisi padatnya agenda PIONIR yang berlangsung sejak siang hingga sore hari. Syaroful Anam, salah satu aktivis dakwah mahasiswa yang juga karyawan YPIA, menceritakan latar belakang munculnya inisiatif tersebut.

“Sebenarnya hari ini tuh penutupan ospek UGM. Acaranya padat banget dari jam siang sampai jam 5.00 sore. Sepadat itu, akhirnya teman-teman dari FKIM, Forum Kajian Islam Mahasiswa, dan juga lembaga dakwah kampusnya UGM, yaitu Jamaah Shalahuddin, berinisiatif bagaimana kalau kita mengingatkan teman-teman maba supaya salat.”

Ajakan untuk menjaga salat kemudian dikemas dengan suasana yang lebih ramah dan menarik bagi mahasiswa baru. Selain menyediakan tempat untuk salat berjamaah, panitia juga menghadirkan sejumlah bingkisan dan hadiah, seperti es teh segar, voucher, merchandise, buku saku dzikir pagi-petang, serta hadiah spesial dari Fadkhera dan NICESO bagi peserta yang membacakan Surah Adh-Dhuha.

Menurut Anam, berbagai bentuk hadiah tersebut menjadi pelengkap agar pesan utama yang ingin disampaikan dapat diterima dengan lebih menyenangkan.

“Biar tambah meriah, akhirnya bagi-bagi es teh, voucher baju Fadkhera, dan seterusnya.”

Namun, menyampaikan ajakan kepada mahasiswa baru di tengah keramaian tentu bukan tanpa rasa canggung. Membawa banner bertuliskan ajakan untuk salat di tengah area kampus sempat membuatnya merasa malu. Akan tetapi, perasaan tersebut justru menjadi bahan renungan tentang keberanian menyampaikan kebaikan.

“Jujur aja waktu bawa banner segala macam, tulisannya gede, ‘Jangan lupa salat’, kayak lagi demo aja, dilihatin orang-orang dan seterusnya. Di dalam hati itu kayak, ‘Ih, malu, malu, malu, cringe segala macam. Tapi kemudian aku berpikir, kalau koruptor aja yang jelas-jelas salahnya, jelas-jelas dosanya itu pakai rompi pink enggak malu. Kenapa bikin kebaikan harus malu? Yang penting niatnya dijaga.”

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dari kegiatan ini. Dakwah kepada mahasiswa tidak selalu harus dikemas dalam forum kajian formal. Dalam konteks tertentu, sebuah ajakan sederhana untuk menunaikan salat pun dapat menjadi bentuk kepedulian dan dakwah yang sangat berarti.

Melalui kegiatan ini, para Gamada 2026 diajak untuk tetap menjaga salat meskipun berada di tengah kesibukan kegiatan kampus. Momentum awal memasuki dunia perkuliahan juga menjadi kesempatan untuk membangun kebiasaan baik sejak dini, termasuk menjaga hubungan dengan Allah Ta’ala melalui salat berjamaah.

Alhamdulillah, kegiatan Menyapa Gamada 2026 menjadi salah satu bentuk sinergi lembaga dakwah dan berbagai pihak dalam menghadirkan suasana kampus yang mengingatkan mahasiswa kepada kebaikan. Semoga langkah sederhana ini menjadi sebab lahirnya generasi mahasiswa yang tidak hanya aktif dan berprestasi dalam kehidupan akademik, tetapi juga kokoh dalam menjalankan kewajiban agama.

YPIA mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan mendukung kegiatan ini. Semoga Allah Ta’ala membalas setiap ikhtiar dalam mengajak kepada kebaikan dengan pahala yang berlipat dan menjadikannya sebagai amal yang terus memberikan manfaat.

Kepada para Gamada 2026, YPIA mendoakan semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah dan keistiqamahan, memudahkan mereka menempuh perjalanan akademiknya, serta menjadikan mereka generasi yang berilmu, berakhlak, dan senantiasa menjaga kewajiban kepada Allah Ta’ala. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *