The Hawariyyun Daurah Series Bahas Syubhat Ateisme, Bekali Generasi Muda dengan Pemahaman Akidah

SLEMAN, YPIA.or.id — Alhamdulillah, Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) melalui Divisi Kajian dan Forum Kegiatan Islam Mahasiswa (FKIM) menghadirkan The Hawariyyun Daurah Series pada Rabu (16/9/2026). Mengangkat tema “Atheism Debunked: Menghancurkan Syubhat Racun Atheisme”, daurah menghadirkan Ustaz Dr. Firanda Andirja, M.A. sebagai pemateri dan bertempat di Masjid Pogung Baru (MPB), Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–15.45 WIB ini diikuti sekitar 250 peserta yang terdiri dari ikhwan dan akhwat. Peserta di antaranya adalah mahasiswa dan generasi muda, serta dihadiri pula oleh masyarakat umum.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program The Hawariyyun, salah satu program FKIM yang dihadirkan sebagai sarana pembelajaran Islam bagi mahasiswa dan generasi muda. Pelaksanaannya turut didukung oleh Pengurus Masjid Pogung Dalangan (MPD), MPD Peduli, dan Masjid Pogung Baru (MPB).

Membahas Syubhat Ateisme secara Ilmiah

Dalam kajiannya, Ustaz Firanda membahas perkembangan ateisme, termasuk sejarah dan kemunculannya dalam pemikiran modern. Pembahasan kemudian diarahkan pada sejumlah syubhat serta argumentasi yang digunakan untuk mempertanyakan keberadaan Allah dan kebenaran agama.

Berbagai syubhat tersebut dikaji dengan pendekatan ilmiah dan rasional, sekaligus dijelaskan berdasarkan dalil-dalil syar’i. Dengan demikian, peserta tidak hanya diperkenalkan dengan bentuk-bentuk pemikiran ateisme, tetapi juga diarahkan untuk memahami cara menyikapi dan menjawab berbagai kerancuan pemikiran tersebut.

Materi menjadi semakin relevan di tengah derasnya arus informasi yang memungkinkan berbagai gagasan dan pemikiran tersebar luas, khususnya di kalangan generasi muda. Pemahaman akidah yang benar menjadi bekal penting agar seorang muslim dapat menyikapi berbagai pemikiran dengan ilmu dan landasan yang tepat.

Antusiasme Peserta Tetap Terjaga di Tengah Penyesuaian Lokasi dan Waktu

Sejak awal, kegiatan direncanakan berlangsung di Masjid Pogung Dalangan (MPD). Namun, karena adanya uzur syar’i, pelaksanaan kemudian dipindahkan ke Masjid Pogung Baru (MPB). Waktu pelaksanaan yang semula direncanakan hingga pukul 17.00 WIB juga harus disesuaikan sehingga daurah berakhir pada pukul 15.45 WIB.

Meski terdapat penyesuaian, kegiatan berlangsung dengan tertib. Peserta memenuhi ruang utama masjid dan menyimak materi dengan antusias. Sejumlah peserta juga mencatat poin-poin penting selama kajian dan mengikuti sesi tanya jawab.

Setelah daurah selesai, panitia turut menyediakan snack berupa dadar gulung dan risoles bagi para peserta. Jamuan sederhana tersebut menjadi bagian dari pelayanan kepada peserta sekaligus penutup rangkaian kegiatan pada sore hari itu.

Apresiasi dan Harapan Yayasan

YPIA menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah membantu sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Secara khusus, ucapan terima kasih disampaikan kepada Bapak Lukman beserta istri selaku Ketua Takmir Masjid Pogung Baru (MPB) atas dukungan dan fasilitas yang diberikan.

Apresiasi juga disampaikan kepada Ustaz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd. dan Bapak Aditya Mursid yang telah membersamai Ustaz Firanda menuju Masjid Pogung Baru. Terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Agung dari Tim UFA Official yang telah membantu mengoordinasikan pelaksanaan daurah bersama Ustaz Firanda.

Tidak lupa, YPIA menyampaikan terima kasih kepada Bapak Aji selaku pengurus Masjid Pogung Baru serta Bapak Heri selaku Staf Kebersihan Masjid Pogung Baru atas bantuan dan pelayanan selama kegiatan berlangsung.

Melalui The Hawariyyun Daurah Series, YPIA berharap kajian-kajian yang diselenggarakan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa dan generasi muda untuk menambah ilmu, memperkuat akidah, serta memiliki bekal dalam menghadapi berbagai pemikiran yang berkembang di tengah masyarakat.

Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan pada ilmu yang dipelajari, menjaga kaum muslimin dari berbagai syubhat yang menyimpang, dan memberikan taufik kepada kita untuk senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafush shalih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *