Wisma Muslim Campfire 2026: Menguatkan Ukhuwah, Menjaga Iman, dan Menyiapkan Diri Menjadi Pribadi yang Kompeten

BANTUL, YPIA.or.id — Alhamdulillah, atas pertolongan Allah Ta’ala, Pendidikan Nonformal YPIA telah menyelenggarakan Wisma Muslim Campfire 2026 pada Sabtu–Ahad, 29–30 Agustus 2026. Bertempat di Bukit Lintang Sewu, Bantul, kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang terdiri dari pengurus dan mahasantri Wisma Muslim Yogyakarta, serta Takmir Masjid Al Ashri. Turut hadir juga Mudir YPIA Academy, Ustaz Wahyu Sigit Permadi, S.Pd. dan HRD YPIA, Faisal Ardiansyah, S.Psi., Psikolog.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus memberikan ruang bagi para mahasantri untuk melakukan penyegaran setelah menjalani aktivitas akademik dan diniyah di Wisma Muslim.

Dari Gotong Royong hingga Menikmati Senja

Rangkaian kegiatan dimulai dengan gotong royong mempersiapkan dan memuat berbagai perlengkapan logistik ke kendaraan operasional. Setelah itu, para mahasantri berangkat bersama menggunakan kendaraan roda dua menuju lokasi perkemahan.

Setibanya di Bukit Lintang Sewu, peserta menunaikan salat Asar berjemaah. Agenda kemudian dilanjutkan dengan kerja sama mendirikan tenda dan menata perlengkapan. Kebersamaan semakin terasa ketika para peserta menikmati suasana dan pemandangan matahari terbenam.

Menjelang malam, peserta kembali berkumpul untuk melaksanakan salat Magrib berjemaah. Setelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan Recharge Iman bersama Manajer Wisma Muslim, Ustaz Adi Taufik Ridwan, S.Pd.

Selepas salat Isya, suasana semakin hangat melalui agenda barbeque di sekitar api unggun. Peserta kemudian mengikuti Sharing Session bersama Ustaz M. Insan Fathin, B.Sh., S.Si. hafizhahullah yang membahas sejumlah bekal penting bagi penuntut ilmu.

Menjaga Niat hingga Menguasai Keahlian

Dalam sesi sharing, Ustaz Fathin mengingatkan pentingnya menjaga niat dan keikhlasan sebagai penggerak utama dalam menuntut ilmu dan beramal. Setiap langkah hendaknya diarahkan untuk meraih rida Allah Ta’ala agar semangat tidak mudah goyah.

Beliau juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang proporsional. Seorang mahasantri perlu mampu memberikan hak kepada berbagai aspek kehidupan, mulai dari ibadah, akademik, keluarga, kehidupan sosial, hingga waktu istirahat dan pemulihan diri.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana menyikapi kemudahan tinggal di lingkungan Wisma Muslim. Kesempatan untuk mengenal sunnah dan dimudahkan dalam menjaga salat lima waktu berjemaah merupakan nikmat besar yang semestinya disyukuri. Namun, nikmat tersebut juga merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Selain bekal agama, mahasantri juga didorong untuk menguasai fann atau keahlian di bidang masing-masing. Para Khulafaur Rasyidin menjadi teladan bahwa kekokohan ilmu agama dapat berjalan bersama dengan kemampuan mengelola urusan dunia. Dengan demikian, mahasantri diharapkan memiliki kompetensi yang unggul tanpa menjadikan dunia sebagai tujuan utama.

Memulai Hari dengan Ibadah dan Kebersamaan

Hari kedua diawali dengan salat Subuh berjemaah yang dilanjutkan dengan kultum oleh salah satu mahasantri baru. Suasana kemudian dibuat lebih cair melalui berbagai permainan team building yang melatih kekompakan dan kebersamaan.

Setelah sesi foto bersama, peserta bergotong royong membersihkan area perkemahan sebelum kemudian melakukan perjalanan pulang menuju wisma.

Alhamdulillah, Wisma Muslim Campfire 2026 menjadi salah satu sarana untuk membangun lingkungan hunian yang lebih suportif, akrab, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Keakraban yang terbangun diharapkan menjadi fondasi bagi para mahasantri untuk menjalani program akademik perkuliahan sekaligus pembinaan diniyah di Wisma Muslim selama satu tahun ke depan.

Semoga Allah Ta’ala menjaga keikhlasan, memberikan keberkahan pada ilmu yang dipelajari, serta menjadikan para mahasantri sebagai pribadi yang kokoh dalam agama, unggul dalam keahlian, dan bermanfaat bagi umat. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *