YPIA Gelar Rapat Kerja Tahunan 2026, Matangkan Arah Strategis Dakwah dan Penguatan Lembaga

Sleman — Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari Yogyakarta (YPIA) menyelenggarakan Rapat Kerja Tahunan (Rakerta) 2026 secara bertahap sepanjang Januari 2026 di Aula Masjid Al-Ashri, Pogung Rejo. Rakerta tahun ini mengusung tema “Bergerak Serempak, Menuju YPIA yang Lebih Berdampak”, sebagai penegasan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dan efektivitas kerja seluruh elemen yayasan.

Forum ini menjadi ruang evaluasi menyeluruh atas kinerja tahun 2025 sekaligus penetapan arah strategis yayasan dalam menguatkan dakwah, pendidikan, dan tata kelola kelembagaan ke depan. Rakerta dilaksanakan dalam empat sesi utama yang membahas seluruh bidang kerja YPIA, mulai dari kesekretariatan, pendidikan formal dan nonformal, kemuslimahan, dakwah dan media, hingga keuangan serta donasi-usaha.

Seluruh rangkaian Rakerta dihadiri oleh pengurus harian, perwakilan divisi, serta Dewan Pembina dan Pengawas sebagai bagian dari mekanisme musyawarah, evaluasi, dan akuntabilitas lembaga.

Pada hari pertama, Rakerta membahas Bidang Kesekretariatan dan Pendidikan Formal. Diskusi mengerucut pada pentingnya penguatan sistem kerja, digitalisasi administrasi, serta profesionalisasi manajemen sebagai fondasi keberlanjutan yayasan. Evaluasi pendidikan formal menyoroti pengembangan mutu pembelajaran, penguatan sarana prasarana, serta tantangan perizinan lembaga pendidikan yang memerlukan solusi strategis dan kolaboratif.

Hari kedua difokuskan pada Bidang Pendidikan Nonformal dan Kemuslimahan. Forum menegaskan bahwa YPIA tengah berada pada fase transisi dari pengelolaan berbasis figur menuju organisasi berbasis sistem dan kaderisasi berjenjang. Integrasi pembinaan, akademik, dan kaderisasi menjadi benang merah diskusi, disertai penekanan pada penajaman segmentasi dakwah, penguatan kurikulum, dan perluasan jejaring strategis.

Pada hari ketiga, pembahasan berlanjut ke Bidang Dakwah dan Media. Diskusi menyoroti dinamika dakwah kontemporer yang semakin dialogis dan terdampak perkembangan teknologi digital serta kecerdasan buatan (AI). Rakerta menegaskan perlunya sinergi erat antara dakwah, media, dan usaha, agar pesan dakwah tetap relevan, terdistribusi dengan baik, dan berkelanjutan. Transformasi strategi media dipandang sebagai langkah adaptif dalam menghadapi perubahan perilaku audiens.

Rangkaian Rakerta ditutup dengan pembahasan Bidang Donasi-Usaha dan Keuangan. Evaluasi menekankan pentingnya transparansi, penguatan sistem keuangan, serta optimalisasi pengelolaan donatur untuk menopang keberlangsungan program dakwah dan pendidikan YPIA. Diskusi juga menggarisbawahi perlunya kolaborasi lintas divisi agar program tidak berjalan parsial dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi umat.

Melalui Rakerta 2026 ini, YPIA meneguhkan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, serta menjaga semangat ta’awun dalam mengemban amanah dakwah dan pendidikan. Hasil Rakerta menjadi pijakan strategis bagi seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja 2026 secara lebih terarah, terukur, dan berdampak.

YPIA menyampaikan jazaakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada seluruh pihak yang telah terlibat dan berkontribusi dalam terselenggaranya Rapat Kerja Tahunan 2026 ini—mulai dari Dewan Pembina dan Pengawas, para pengurus, hingga seluruh mitra dan para donatur yang senantiasa mendukung dakwah dan pendidikan YPIA. Semoga Allah Ta’ala membalas setiap kebaikan dengan sebaik-baik balasan dan memberkahi setiap langkah yang ditempuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ladang amal jariyah untuk Anda

Scroll to Top