Daurah Aqidah Lanjutan Khusus Du’at Bahas Ilmu Firaq Bersama Ustadz Dr. Firanda Andirja

Sleman — Divisi Kajian Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) bekerja sama dengan Bina Dakwah Sunnah (BDS), Ma’had Ibadurrahman, Twit Ulama, dan tim UFA kembali menyelenggarakan Daurah Aqidah Lanjutan Khusus Du’at pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan yang dilaksanakan di Ma’had Ibadurrahman ini menghadirkan Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc., M.A. sebagai pemateri utama.

Daurah ini dikhususkan bagi para du’at dan asatidz di Yogyakarta dan sekitarnya. Dari 100 kuota yang disediakan, sebanyak 91 asatidz hadir mengikuti kegiatan hingga selesai. Sejak pagi hari, peserta telah memadati lokasi untuk melakukan registrasi dan menempati ruang kajian di lantai dua Ma’had Ibadurrahman.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Sesi pertama berlangsung hingga pukul 09.30 WIB, kemudian dilanjutkan dengan waktu istirahat sebelum memasuki sesi berikutnya hingga menjelang salat Zuhur. Selama penyampaian materi, Ustadz Firanda memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung. Interaksi yang intens tersebut membuat suasana daurah berlangsung hidup dan dinamis, sehingga peserta dapat menggali berbagai persoalan yang berkaitan dengan tema yang dibahas.

Dalam daurah kali ini, Ustadz Firanda membawakan tema Al-Firaq Al-Muntasibah ilal Islam, yaitu pembahasan mengenai berbagai kelompok dan aliran yang menisbatkan diri kepada Islam namun menyimpang dari ajaran yang benar. Di awal pemaparan, beliau menjelaskan pentingnya mempelajari ilmu firaq sebagai salah satu cabang ilmu aqidah yang membantu seorang penuntut ilmu memahami perbedaan antara kebenaran dan penyimpangan, sekaligus mengenali syubhat-syubhat yang dibawa oleh berbagai kelompok tersebut.

Beliau juga menjelaskan sejumlah referensi penting yang dapat digunakan untuk mendalami ilmu ini. Di antaranya adalah kitab Maqalatul Islamiyyin karya Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, yang memuat penjelasan tentang berbagai kelompok yang muncul pada masa beliau. Selain membahas referensi utama, Ustadz Firanda juga menguraikan sejarah kemunculan berbagai firqah, latar belakang munculnya penyimpangan, serta tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangannya.

Salah satu pembahasan yang mendapat perhatian peserta adalah sejarah munculnya kelompok Khawarij, yang dikenal sebagai kelompok pertama yang menyimpang dalam sejarah Islam. Ustadz Firanda menjelaskan akar kemunculan kelompok tersebut sejak masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian berkembang pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu hingga memuncak pada berbagai peristiwa fitnah besar yang terjadi setelahnya.

Daurah ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung cukup intens. Berbagai pertanyaan seputar fenomena kelompok-kelompok kontemporer, syubhat yang berkembang di tengah masyarakat, serta penjelasan fatwa para ulama terkait masalah tersebut menjadi topik yang banyak dibahas pada penghujung acara.

Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Materi yang disampaikan dinilai membuka wawasan serta memberikan gambaran yang lebih sistematis dalam mempelajari ilmu firaq, sebuah disiplin ilmu yang relatif jarang dibahas secara mendalam namun memiliki peran penting dalam menjaga kemurnian aqidah dan manhaj.

YPIA menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, khususnya BDS, Ma’had Ibadurrahman, Twit Ulama, tim UFA, para panitia, seluruh peserta yang hadir, serta para muhsinin yang mendukung jalannya kegiatan. Jazaakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum.

Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi bekal yang bermanfaat bagi para dai dan asatidz dalam membimbing umat di atas ilmu dan bashirah. Semoga Allah Ta’ala memberikan keberkahan pada majelis-majelis ilmu semacam ini dan memudahkan terselenggaranya daurah lanjutan dengan tema-tema penting lainnya di masa mendatang. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *