YPIA Gelar Sharing Session Bersama Profesional Muslim Internasional, Bahas Pengelolaan Lembaga Dakwah dan Tantangan Dakwah Mahasiswa

Yogyakarta — Bidang Dakwah Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) mengadakan Sharing Session bersama Bapak Sri Darma Krida, S.Psi., Ketua Komunitas Ilmuwan dan Profesional Muslim Indonesia (KIPMI) sekaligus Finance & HR Officer DUS Inc., Maryland, Amerika Serikat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam dua sesi yang berlangsung di Ruang Rapat YPIA pada Kamis, 25 Juni 2026 dan Ahad, 28 Juni 2026.

Sesi pertama yang digelar pada Kamis malam diikuti oleh tujuh peserta yang merupakan pengurus lembaga dakwah, baik internal maupun selingkung YPIA. Adapun sesi kedua pada Ahad malam dihadiri oleh 18 aktivis dakwah mahasiswa yang berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta. Turut hadir dalam kegiatan ini Ustaz Noor Akhmad Setiawan, Ph.D., Dewan Pembina YPIA sekaligus dosen Teknik Elektro UGM, serta Ustaz Amrullah Akadhinta, S.T., Kepala Bidang Dakwah YPIA.

Pada sesi pertama, diskusi berfokus pada strategi membangun lembaga dakwah yang profesional, mandiri, dan berkelanjutan. Pak Darma menekankan pentingnya transformasi pengelolaan lembaga dari sistem yang sepenuhnya mengandalkan relawan menuju penguatan sumber daya manusia profesional yang bekerja secara penuh waktu dengan kompetensi dan kesejahteraan yang memadai. Menurut beliau, langkah tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan kesinambungan dakwah.

Selain itu, peserta juga diajak mendiskusikan konsep kemandirian finansial melalui pengembangan unit-unit bisnis yang halal dan profesional. Keuntungan dari unit usaha tersebut diharapkan dapat menopang berbagai program dakwah sehingga lembaga tidak bergantung sepenuhnya pada donasi. Beliau juga memperkenalkan konsep One Umbrella Management, yaitu menyatukan visi, kebijakan, serta pengelolaan seluruh unit di bawah kepemimpinan yang solid agar tercipta koordinasi yang lebih efektif dan terhindar dari ego sektoral.

Pembahasan lainnya meliputi pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan para donatur melalui sistem Donor Care Office (DCO), sehingga kepercayaan dan kedekatan emosional dengan para muhsinin dapat terus terjaga. Di samping itu, beliau juga mengajak lembaga dakwah kampus untuk terus berinovasi dengan menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, seperti pelatihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), manajemen proyek, dan berbagai keterampilan profesional yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam.

Pada sesi kedua, diskusi diarahkan kepada tantangan dakwah mahasiswa. Dua tema utama yang menjadi pembahasan adalah sistem kaderisasi lembaga dakwah kampus serta pelayanan bagi alumni pondok pesantren yang melanjutkan studi di perguruan tinggi umum. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertukaran pengalaman dari para peserta.

Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi adalah pentingnya kesiapan organisasi dakwah dalam menghadirkan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembinaan keislaman, tetapi juga mendapatkan nilai tambah (value) berupa keterampilan dan bekal yang bermanfaat ketika memasuki dunia profesional.

Selama dua sesi berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan, pengalaman lapangan, serta gagasan baru mewarnai jalannya diskusi sehingga suasana berlangsung hangat dan produktif.

YPIA mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada Bapak Sri Darma Krida, S.Psi., Ustaz Noor Akhmad Setiawan, Ph.D., Ustaz Amrullah Akadhinta, S.T., seluruh peserta, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini. Semoga Allah Ta’ala membalas setiap kebaikan dengan pahala yang berlipat ganda.

Semoga hasil dari sharing session ini tidak berhenti pada sebatas diskusi, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi langkah-langkah nyata dalam penguatan tata kelola lembaga dakwah serta pengembangan dakwah mahasiswa yang semakin profesional, adaptif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *