Sleman — Divisi Kajian Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) bekerja sama dengan Bina Dakwah Sunnah (BDS), Ma’had Ibadurrahman, Cinta Sedekah, dan Twit Ulama menyelenggarakan Daurah Dai “Muqaddimah Ilmu Tauhid” pada Rabu-Kamis, 16-17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ma’had Ibadurrahman ini menghadirkan Syaikh Dr. Malik Hussain Sya’ban, seorang ulama asal Yordania sekaligus murid dari Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah.
Daurah yang dikhususkan bagi para ustaz dan dai ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari Yogyakarta dan sekitarnya. Seluruh materi disampaikan secara penuh dalam bahasa Arab, sehingga para peserta dapat merasakan suasana talaqqi ilmiah secara langsung dengan pemateri.
Setiap hari, kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 07.00 WIB. Syaikh Malik tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WIB dan disambut hangat oleh panitia. Sebelum memulai daurah, beliau berbincang bersama panitia mengenai perkembangan dakwah Islam di Indonesia. Selanjutnya, sesi pertama berlangsung dari pukul 08.00 hingga 09.30 WIB, dilanjutkan dengan waktu istirahat, kemudian sesi kedua dan tanya jawab berlangsung hingga menjelang Zuhur. Rangkaian ini berlangsung selama dua hari berturut-turut.
Pada sesi materi, Syaikh Malik membahas tema Muqaddimah Ilmu Tauhid, dengan penekanan pada pentingnya memahami dasar-dasar ilmu tauhid secara sistematis. Beliau menjelaskan tentang mabadi’ ‘asyarah atau sepuluh gerbang ilmu yang menjadi pengantar dalam mempelajari suatu disiplin ilmu, termasuk ilmu tauhid. Di antara pembahasan tersebut adalah definisi ilmu tauhid, objek pembahasannya, faedah mempelajarinya, kedudukannya di antara cabang ilmu lainnya, keutamaannya, peletak dasar ilmu tersebut, nama-nama lainnya, serta hukum mempelajarinya.

Dalam pemaparannya, Syaikh Malik juga menjelaskan bahwa para ulama terdahulu menggunakan berbagai istilah untuk menyebut ilmu tauhid. Sebagian menamakannya dengan ilmu aqidah, sebagaimana dalam kitab I’tiqad Ahlis Sunnah karya Abu Bakr Al-Ismaili. Sebagian lainnya menyebutnya dengan As-Sunnah, sebagaimana dalam kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad rahimahullah. Ada pula yang menggunakan istilah ilmu iman, sebagaimana dalam kitab Masail Al-Iman karya Abu Ya’la Al-Hanbali rahimahullah.
Suasana daurah berlangsung dengan penuh perhatian dan antusiasme. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga memanfaatkan sesi tanya jawab untuk mendiskusikan berbagai persoalan yang berkaitan dengan tema yang dibahas. Kesempatan untuk belajar langsung dari seorang ulama dan murid senior Syaikh Al-Albani menjadi pengalaman berharga bagi para peserta.
Melalui daurah ini, para ustaz dan dai mendapatkan pengantar yang sistematis dalam mempelajari ilmu tauhid, sehingga dapat menjadi landasan yang kuat untuk pendalaman ilmu-ilmu aqidah pada jenjang berikutnya. Para peserta juga berharap agar kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan dengan tema-tema yang lain.
Kami mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Bina Dakwah Sunnah, Ma’had Ibadurrahman, Cinta Sedekah, Twit Ulama, para panitia, serta seluruh peserta yang hadir. Semoga Allah Ta’ala menerima amal kebaikan tersebut dan menjadikannya sebagai pemberat timbangan amal di hari kiamat.
Semoga ilmu yang telah dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, semakin mengokohkan aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah, serta menjadi bekal bagi para dai dalam membimbing umat di atas ilmu dan hikmah. Aamiin.



