Sleman — Atas pertolongan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, Yayasan Pendidikan Islam Al-Atsari (YPIA) turut mendukung pelaksanaan Daurah Penggerak Umat “Dai Pulang Kampung: Dari Ilmu Menuju Peradaban” yang diselenggarakan oleh Rumuz for Islamic School Managers (RISM) pada 21–23 Juli 2026 di Villa Puri Agung Ngepring, Sleman, DIY. Kegiatan ini menjadi ikhtiar untuk mempersiapkan para calon dai agar siap mengabdikan diri kepada umat dengan bekal ilmu, strategi, serta wawasan pengelolaan lembaga dakwah dan pendidikan. YPIA sendiri mengirim Ustaz Adi Taufik Ridwan, S.Pd. (Manajer Wisma Muslim Yogyakarta) sebagai delegasi untuk mengikuti kegiatan ini.
Dauroh menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi dari berbagai bidang, di antaranya Ustaz Ahmad Anshori, Lc., M.Pd., Ustaz Muhammad Wujud, Lc., Ustaz Dr. Ganang Prihatmoko, M.A., Ustaz Nurdin Apud Sarbini, Lc., M.Pd., Ustaz Dr. Ujang Pramudhiarto, Lc., M.Pd.I., Gr., Mas Ferry Atmaja, Ustaz Wahab Rajasam, M.Pd., Dr. Cepi Safruddin Abdul Jabar, M.Pd., Ustaz Dr. Ridho Abdillah, M.Ed., Ustaz Dr. Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc., serta Ustaz Abu Yusuf Akhmad Ja’far, Lc., B.A., M.Pd.

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai berbagai aspek penting dalam perjuangan dakwah. Materi diawali dengan penanaman mindset agar para lulusan perguruan tinggi tidak menunda pengabdian setelah menyelesaikan studi, melainkan segera terjun ke masyarakat melalui lembaga pendidikan, pesantren, organisasi dakwah, maupun berbagai institusi yang membutuhkan kontribusi para dai.
Selain itu, peserta mempelajari strategi membangun dan mengembangkan lembaga dakwah yang profesional, efektif, dan berkelanjutan. Pembahasan meliputi penyusunan visi, perencanaan program, tata kelola organisasi, kaderisasi, hingga pentingnya membangun sistem yang mampu menjaga kesinambungan perjuangan dakwah.
Materi lainnya mengulas peluang dan strategi dakwah di berbagai daerah di Indonesia. Para peserta diajak memahami bahwa ladang dakwah terbuka sangat luas dengan kebutuhan yang beragam sehingga setiap dai memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi sesuai kemampuan dan kondisi masyarakat di wilayah masing-masing.
Tidak kalah penting, dauroh juga membahas peran kemandirian ekonomi dalam mendukung keberlangsungan dakwah. Peserta dikenalkan pada konsep usaha produktif dan pengelolaan sumber daya sebagai salah satu penopang agar lembaga dakwah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai sesi berlangsung interaktif melalui diskusi, tanya jawab, dan berbagi pengalaman bersama para pemateri yang telah lama berkecimpung dalam pengembangan dakwah dan pendidikan Islam di berbagai daerah.
Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, YPIA berharap semakin banyak lahir dai yang tidak hanya memiliki bekal ilmu syar’i, tetapi juga kemampuan memimpin, mengelola lembaga, serta mengembangkan dakwah yang profesional, mandiri, dan memberikan manfaat luas bagi umat.
YPIA mengucapkan jazakumullahu khairan wa baarakallahu fiikum kepada segenap panitia, para pemateri, peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya Daurah Penggerak Umat “Dai Pulang Kampung”. Semoga Allah Ta’ala menerima setiap amal kebaikan, memberkahi langkah para peserta dalam mengabdi kepada umat, serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk membangun peradaban Islam yang lebih baik. Aamiin.



